Jumat, 25 Februari 2011

Inazuma Eleven 2 (イナズマイレブン 2)


Di Inazuma Eleven 2, para pemain memasuki kompetisi yang baru, yaitu Foootball Frontier International [FFI], kira-kira kalau di sini serupa dengan Piala Dunia. Ajang FFI ini diikuti oleh peserta dari beberapa negara dimana setiap negara memiliki pemain-pemain hebat yang akan menjadi lawan dari tim Jepang. Untuk mengikuti kompetisi ini, Coach Hibiki mengumpulkan 22 orang pemain dari berbagai tempat. Pemain-pemain ini akan diseleksi menjadi 16 orang pemain sebagai perwakilan dari Jepang di FFI. Pemain-pemain yang diseleksi berasal dari berbagai tim yang pernah muncul melawan tim Raimon, dan juga dari pemain tim Raimon itu sendiri. 22 pemain itu antara lain: Megane Kazuto [kembaran dari Megane Kakeru], Fudou Akio, Hijikata Raiden [dari Okinawa], Tobitaka Seiya, Midorikawa Ryuuji [Kapten dari Gemini Storm], Gouenji Shuuya, Kiyama Hiroto [Kapten dari Genesis], Sakuma [dari Teikoku], Kidou Yuuto, Utsunomiya Toramaru, Tachimukai Yuuki, Someoka, Endou Mammoru, Kazemaru Ichirouta, Mukata Masaru [dari Kidokawa Seishuu], Shadow, Kūsuke “Max” Matsuno, Kurimatsu Teppei, Kabeyama Heigorou, Fubuki Shirou, Tsunami Jousuke dan Kogure Yuuya.[Switch to English]
Mereka dipilih oleh Coach Hibiki berdasarkan pengamatannya dari kemampuan masing-masing pemain. Dari 22 pemain tersebut, Coach Hibiki membagi mereka menjadi 2 tim untuk bertanding dan untuk dinilai kemampuan masing-masing pemain dan akan diambil 16 orang pemain terbaik dari seluruh pemain seleksi tersebut untuk menjadi perwakilan dari Jepang di kompetisi FFI.
Untuk mendapatkan 16 pemain tersebut, Coach Hibiki membagi 22 pemain tersebut menjadi 2 tim untuk melakukan pertandingan penyeleksian pemain. Coach Hibiki, memberikan waktu 2 hari untuk berlatih menghadapi pertandingan seleksi, agar pemain bisa beradaptasi dengan rekannya yang baru. Dalam pertandingan ini, para pemain dilarang menggunakan teknik kombinasi dengan pemain lain untuk mengetahui kemampuan masing-masing pemain.
Tim pertama terdiri dari Hijikata Raiden, Tobitaka Seiya, Kiyama Hiroto, Sakuma, Someoka, Mukata Masaru, Kūsuke “Max” Matsuno, Kabeyama Heigorou, Fubuki Shirou dan Tsunami Jousuke, dengan Endou Mammoru sebagai kapten tim. Tim kedua terdiri dari Megane Kazuto, Midorikawa Ryuuji, Fudou Akio, Kogure Yuuya, Kurimatsu Teppei, Gouenji Shuuya, Shadow, Utsunomiya Toramaru, Kazemaru Ichirouta dan Tachimukai Yuuki dengan Kidou Yuuto sebagai kapten tim. Kidou awalnya tidak bahagia dengan kehadiran Fudou Akio yang punya hubungan dengan masa lalu mereka yang kelam di Teikoku. Selain itu, mereka juga harus berada dalam tim yang sama dalam tes seleksi. Setelah itu, Kidou, menemui Coach Hibiki di tokonya untuk menyatakan ketidak setujuannya, disana juga sudah ada Endou yang hendak menanyakan hal yang sama. Coach Hibiki menjelaskan bahwa Fudou memiliki kemamuan yang baik, untuk itulah kenapa ia diikut sertakan dalam seleksi. Setelah memberikan beberapa penjelasan lagi, Endou dan Kidou, mengerti dengan maksud Coach Hibiki dan menyiapkan diri untuk pertandingan seleksi.
Pertandingan berlangsung menarik. Disaksikan oleh banyak penonton, para pemain juga berusaha menampilkan kemampuan terbaiknya. Kedua tim tampil menyerang secara bergantian. Kidou masih merasa sulit untuk bekerja sama dengan Fudou, dan Fudou sendiri tetap merasa dingin menghadapi pertandingan ini yang menurutnya di pertandingan ini bukanlah mengincar kemenangan, melainkan menunjukkan kemampuan setiap pemain.
Pada kesempatan pertama, Hiroto berhasil membuat tujuan melawan Tachimukai, tim Endou mendapatkan satu poin. Setelah itu, Fudou membuat keputusan yang tidak disukai oleh Kidou. Fudou meminta Kazemaru dan Kogure, maju dari posisi semula, karena menyadari satu hal Fudou dari hasil gol pertama. Rupanya, Fusou melakukan terhadap perangkap offside Mukata, dan Mukata masuk dalam perangkap tersebut, Kidou, baru menyadari taktik yang digunakan Fudou. Di kesempatan kedua, Gouenji berhasil membuat gol ke gawang Endou, tim Kidou berhasil menyamakan kedudukan. Setelah itu, giliran Someoka yang mencetak gol ke gawang Tachimukai, tim Endou kembali unggul.
Di babak kedua, kedua tim tidak mengendurkan serangan itu, kedua tim tetap tampil menyerang. Dalam putaran ini, Midorikawa berhasil mencetak gol, sehingga kedudukan menjadi imbang. Shadow Pada menendang pada sasaran, tiba-tiba Tobitaka yang sebelumnya tidak menunjukkan kemampuannya, berhasil menghalau tendangan Shadow. Tobitaka diri mereka sendiri tidak menyadari kemampuannya yang baru saja ia lakukan. Fubuki mengakhiri permainan dengan mencetak gol di menit akhir pertandingan. Pertandingan berakhir dengan skor 3-2 untuk tim Endou.
Setelah pertandingan berakhir, semua pemain berkumpul untuk mendengarkan hasil dari penyeleksian pemain. Semua pemain tampak tegang menantikan siapa saja yang lolos sebagai wakil dari Jepang di ajang FFI. Coach Hibiki pun datang bersama dengan seseorang yang masih asing bagi para pemain. Lalu Coch Hibiki memperkenalkannya, ia adalah Kudou Michiya yang akan menjadi pelatih dari tim Nasional Jepang. Lalu ia pun menyebutkan nama-nama pemain yang lolos dari penyeleksian. Pemain-pemaintersebut adalah Endou Mammoru, Gouenji Shuuya, Kidou Yuuto, Fudou Akio, Kiyama Hiroto, Fubuki Shirou, Utsunomiya Toramaru, Tobitaka Seiya, Kogure Yuuya, Kazemaru Ichirouta, Tsunami Jousuke, Kurimatsu Teppei, Kabeyama Heigorou, Hijikata Raiden, Tachimukai Yuuki, dan Midorikawa Ryuuji. Mereka lolos menjadi perwakilan sebagai Inazuma Japan.

Setelah tim Inazuma Japan terbentuk, keesokan harinya para pemain siap untuk memulai latihan pertamanya sebagai Inazuma Japan. Setelah semua pemain berkumpul, Coach Kudou datang dan memperkenalkan anak perempuannya, Kudou Fuyuka, dan ia akan menjadi manajer tim. Selain Toramaru, semau pemain tinggal di asrama Inazuma [di sekolah Inazuma], setiap pagi toramaru datang ke sekolah dan di sore hari setelah latihan, Toramaru selalu pulang ke rumahnya. Pemain lain agak bingung dengan kelakuan Toramaru yang sedikit aneh, karena ia bilang kalau ia tidak bisa tidur jika tidak berada dirumah.

Dihari kedua, latihan masih berjalan dengan tidak biasa, itu karena pemain yang masih belum bisa beradaptasi dengan pemain baru, dan sikap Coach Kudou yang membuat pemain-pemain lama tidak nyaman dengan latihannya, dan seakan-akan sikapnya lebih baik terhadap Fudou. Kabeyama yang sedang berlari dengan pemain lainnya merasa kelelahan, karena memang ia tidak banyak bergerak dalam pertandingan, Coach Kudou, tidak senang dangan hal tersebut, pelatih tidak mau ada pemain bertahan yang hanya diam saja di posisinya, untuk itu ia memaksa Kabeyama untuk terus berlari. Dihari berikutnya ketika para pemain siap untuk latihan, Kabeyama belum terlihat di lapangan, ia berdiam diri di kamarnya, Endou datang untuk mengajak Kabeyama berlatih, Kabeyama bilang ia tidak ingin berlatih lagi, mungkin karena putus asa atas ucapan pelatih sebelumnya, tetapi Endou memberikannya semangat sehingga ia mau kembali berlatih.
Pada malam harinya, diadakan undian eliminasi Football Frontier International Asia. Ada delapan tim yang ikut serta termasuk tim Jepang, beberapa tim tersebut antara lain, Fire Dragon – Korea, Big Waves – Australia, Desert Lion – Qatar, dan The Barracuda – Saudi Arabia. Di pertandingan pertama, Inazuma Japan harus berhadapan dengan Australia. Pertandingan akan berlangsung 2 hari lagi, akan tetapi, sebelum pertandingan tersebut, para pemain dilarang untuk berlatih dan tidak diperbolehkan keluar dari asrama. Para pemain merasa sangat terkejut dengan perintah dari pelatih.

Para pemain yang hanya berdiam diri saja di kamar merasa sangat jenuh dan ingin sekali berlatih, oleh karena itu mereka mengendap-endap untuk keluar dari asrama, ternyata Coach Kudou berjaga di pintu keluar agar tidak ada pemain yang keluar dari asrama. Toramaru yang hendak pulang diberikan izin dari pelatih, begitu pula Tobitaka yang ingin menemui temannya di depan asrama. Tsunami yang bersikeras ingin keluar untuk berlatih, akhirnya nekat untuk keluar, ternyata ketika ia hendak keluar, Coach Kudou sedang tidak ada, dan ia pun berhasil keluar dari asrama. Pemain lain yang melihat keberhasilan Tsunami, langsung berlarian untuk keluar juga, tapi tenyata ada Coach Kudou yang sedang berjaga, lalu mereka berlarian kembali ke kamarnya masing-masing. Touko dan Rika yang akan pulang karena tidak berhasil bertemu Endou dan teman-teman, bertemu dengan Tsunami yang hendak berselancar di sungai. Lalu mereka mengajak Tsunami ke Pantai. Para pemain lain akhirnya berlatih di kamarnya masing-masing.

Akhirnya, tiba juga saatnya pertandingan pertama melawan tim dari Australia. Coach Kudou menentukan pemain utama yang diturunkan di pertandingan ini. Pemain depan: Gouenji, Fubuki, dan Kiyama. Pemain tengah: Kidou, Kazemaru, dan Midorikawa. Pemain bertahan: Kabeyama, Tsunami, Hijikata, dan Kogure. Kapten dan penjaga gawang: Endou. Australia memiliki pertahanan yang sangat hebat, empat orang menjaga pemain lawan dari segala sisi, seakan-akan pemain lawan terperangkap didalam sebuah kotak, sehingga pemain lawan tidak dapat keluar atau mengoper bola ke rekannya. Akibat dari belum berlatih secara bersama-sama di posisinya masing-masing, para pemain Inazuma kesulitan berkerja sama dengan pemain lainnya. Karena banyak kesalahan yang terjadi, Big Waves akhirnya bisa mencetak angka terlebih dahulu.

Semua pemain terkejut dengan gol tersebut. Namun Endou mendorong agar semua pemain kembali bersemangat untuk melanjutkan pertandingan. Kedua Kidou Gouenji, Fubuki, dan juga, gagal menembus pertahanan memegang Big Wave. Akhirnya Pelatih Kudou memberikan arahan, bahwa kunci untuk keluar dari pertahanan perangkap … ada di dalam diri mereka sendiri. Para pemain tidak mengerti arti kata pelatih. Kidou Demikian juga, ketika dia ditekan ke dalam perangkap pertahanan Wave Agung, ia menyadari apa yang ia dilatih di kamarnya. Akhirnya ia berhasil keluar dari pertahanan Wave besar dan menyerang kembali.Tendangan dari Gouenji dan Fubuki masih bisa ditangkap oleh kiper Big Waves. Di tengah pertandingan, Big Wave mengganti dua pemain. Mereka mengubah strategi pertahanan kotak empat orang, menjadi, pertahanan individu. Pada akhir pertandingan, Kidou, mendapatkan tackle yang cukup keras, yang membuat luka di kakinya.

Pelatih tidak mengizinkan Kidou untuk bermain di babak kedua, posisinya digantikan oleh Toramaru. Pelatih memberikan instruksi kepada Fubuki dan Toramaru. Nama Tsunami juga ikut disebut, Tsunami terkejut ketika dipanggil, ia mengira apakah ia akan diganti juga. Ternyata, pelatih mengetahui apabila ia melanggar perintahnya ketika mereka dilarang keluar kamar untuk berlatih, pelatih meminta kepada Tsunami untuk mencetak gol dengan teknik barunya. Pemain lain terkejut mendengar hal tersebut, akan tetapi teknik baru itu belumlah sempurna. Pelatih memberikan beberapa arahan agar ia bisa menyempurnakan teknik barunya.

Di babak kedua, permainan tim Inazuma, menjadi lebih menyerang, berkat masuknya Toramaru. Gouenji gagal memasukan bola, lalu, Tsunami mencoba melakukan tendangan, tetapi gagal. Big Waves melakukan serangan balik, akan tetapi, Endou berhasil menghalau tendangan yang sebelumnya berhasil masuk ke gawangnya. Ia berhasil meningkatkan tekniknya berkat latihan yang ia lakukan di kamarnya. Setelah itu, Tsunami melakukan tendangan kembali, tetapi pada kali ini, tendangannya berhasil masuk ke gawang Big Waves, dengan itu ia berhasil menyempurnakan teknik barunya. Kedudukan pun menjadi imbang.

Di bangku cadangan, Kidou merasa bahwa pelatih bukanlah pelatih biasa, ia menanyakan masa lalu Coach Kudou di Sakurazaki Junior High. Tetapi pelatih menolak menjelaskan hal tersebut, lalu Coach Hibiki datang dan menjelaskan persoalan tersebut. 10 tahun lalu, Sakurazaki Junior High adalah salah satu tim unggulan di Football Frontier, akan tetapi, sehari sebelum babak final, anggota tim terlibat perkelahian dengan tim lawan dan menyebabkan cidera. Tim lawan tersebut adalah Teikoku Academy [Sekolah Kidou sebelum masuk Inazuma], Kageyama berada dibelakang semua itu. Karena hal tersebut, klub sepak bola ditangguhkan tanpa batas waktu. Kudou mengaku bertanggung jawab atas insiden tersebut dan menarik diri dari final. Akibatnya, kualifikasinya sebagai pelatih ditangguhkan. 10 tahun kemudian, penangguhan telah dicabut, lalu Coach Hibiki memintanya untuk menjadi pelatih kembali.

Big Waves melakukan pergantian pemain kembali, pemain tersebut terus menempel ketat Tsunami, tetapi Tsunami, berhasil menghindarinya. Para pemain Big Wave menjaga semua pemain dan juga Tsunami, agar Tsunami tidak dapat melakukan tendangan, lalu Tsunami, mengoper bola kepada Kabeyama, Kabeyama kebingungan setelah menerima bola tersebut, karena semua rekannya dijaga ketat. Ketika Kabeyama dikejar oleh salah satu pemain Big Waves, Kabeyma pun berlari dan terus berlari, ia menjadi teringat dengan perkataan pelatih pada waktu itu dan mengerti maksudnya. Ia pun berhasil mengoper bola kepada Toramaru, dan Toramaru, mengoper bola kepada Gouenji, lalu gouenji melakukan tendangan, dan…gol…, ia berhasil menciptakan teknik baru berkat melihat bola tendangan Tsunami sebelumnya. Pertandingan pun berakhir dengan kemenangan 2-1 untuk tim Inazuma.

Di pertandingan kedua, tim Inazuma Japan harus berhadapan dengan tim Desert Lion, dari Qatar. Untuk menghadapi mereka, pelatih meminta tim untuk memperkuat dasar kekuatan dan kemampuan fisik mereka. Ketika tim akan latihan, Toramaru meminta izin untuk pulang, pemain lain makin merasa bingung dengan kebiasaan Toramaru tersebut. Haruna dan Aki, berencana mencari tahu, apa yang sebenarnya dilakukan oleh Toramaru. Seusai latihan, Aki memberitahu kepada Endou, kalau ia telah mengetahui keberadaan Toramaru, Gouenji pun yang penasaran dengan Toramaru, tidak mau ketinggalan untuk mencari tahu. Fuyupee pun ikut bersama mereka. Berdasarkan cerita ibu dari Toramaru, tenyata Toramaru bekerja seorang diri di toko mereka untuk membantu ibunya. Nonomi, yang berasal dari toko kotak makan siang, juga turut membantu mereka. Karena alasan tersebut, Endou dan teman-teman pun ikut membantu Toramaru. Walaupun mereka sudah mengetahui kebiasaan dari Toramaru, tetapi Gouenji masih merasa aneh, dengan kebiasaan Toramaru ketika sedang berada dilapangan, yang tidak pernah melakukan tendangan ke gawang, melainkan mengoperkan bolanya walaupun ia sedang berada di posisi yang baik untuk menendang.

Pertandingan antara Inazuma Japan melawan Desert lion pun dimulai. Di babak pertama, tim Inazuma menguasai keadaan. Inazuma mendapatkan tendangan sudut dari tendangan Fubuki yang berhasil dihalau oleh kiper. Kazemaru mengambil tendangan sudut tersebut. Ia menggunakan teknik barunya, Banana Shoot, bola yang ditendang dari sudut, berbelok langsung ke gawang. Kedudukan 1-0 untuk Inazuma. Di kesempatan berikutnya, Kiyama berhasil mencetak gol berkat kerjasamanya dengan Midorikawa dan Fubuki, 2-0 untuk Inazuma. Kedudukan ini bertahan sampai akhir babak pertama.

Di babak kedua, Desert Lion merubah strateginya dengan menempatkan tiga orang penyerang. Di babak kedua ini, pemain Inazuma tampak sudah kelelahan kerena terus menyerang di babak pertama, dan cuaca yang sangat panas, sedangkan Desert Lion tidak kelelahan, karena mereka tidak banyak menguras tenaga di babak pertama, dan keahlian mereka dapat bertahan di cuaca yang panas. Midorikawa mengalami kelelahan sehingga digantikan dengan Kurimatsu. Kurimatsu yang baru masuk masih sangat bertenaga, sedangkan yang lain sudah kelelahan, sehingga mereka menjadi tidak seimbang kekuatannya. Tsunami terjatuh, saat gagal menghalau bola sundulan Desert Lion dan menghasilkan angka. Kedudukan menjadi 2-1. Tsunami dan Hiroto digantikan dengan Tachimukai dan Tobitaka.

Di kesempatan berikutnya, Fubuki melakukan tendangan, tetapi gagal karena sudah sangat kelelahan. Setelah itupun ia terjatuh karena sudah tida kuat lagi, ia digantikan dengan Toramaru. Disaat pertama, Toramaru langsung berhasil mencuri bola dan memawa samapai ke depan gawang, tapi, kebiasaan anehnya muncul lagi, ia tidak menendang ke gawang, melainkan mengopernya ke belakang. Dikesempatan kedua yang ia dapatkan pun disiasiakan. Ibu Toramaru yang menonton bersama Coach Hibiki, merasa aneh dengan Toramaru yang seakan-akan tidak percaya diri ketika bermain bersama Gouenji yang menjadi idolanya. Coach Hibiki menceritakan masa lalu Toramaru, dimana ia selalu mencetak gol ketika bermain bersama timnya, akan tetapi, teman-temannya malah menjauhinya karena dianggap Toramaru merebut posisi dari teman-temannya yang lain. Tetapi ketika Toramaru mengoperkan bola kepada temannya dan menghasilkan gol, teman-temannya merasa senang, itulah yang membuat Toramaru selalu mengoper bola kepada rekannya. Menjelang akhir pertandingan, Desert Lion berhasil mencetak gol. Kedudukan pun menjadi seimbang. Di saat-saat terakhir, Inazuma berusaha menyerang, ketika Toramaru mengoper bloa kepada Gouenji, gouenji malah mnendang bola tersebut dan mengenai Toramaru, Gouenji merasa kesal karena di waktu yang tinggal sedikit, Toramaru selalu mengoper bola, dan bukannya menendang bola tersebut. Toramaru memberikan alasannya, tetapi Gouenji tidak suka dengan alasannya, ia pun memberikan pendapatnya mengenai sepak bola dan rekan satu tim, agar Toramaru bisa membuka matanya dan menjadi pemain yang hebat dan memenangkan pertandingan. Pada akhirnya, Toramaru berhasil bangkit dan mengeluarkan tekniknya, Tiger Drive, dan berhasil memberikan angka untuk Inazuma Japan. Pertandingan pun berakhir dengan kemenangan 3-2 bagi tim Inazuma. Disela-sela merayakan kemenangan tersebut, para pemain merasa takjub dengan kemampuan Toramaru, dan dari situ baru diketahui kalau Toramaru masih duduk di bangku sekolah dasar.

Setelah pertandingan, Coach Hibiki memberikan latihan khusus kepada Tobitaka, agar ia bisa menendang bola dengan baik. Keesokan harinya, semua pemain berlatih seperti biasa, Toramaru mengalami kemajuan semenjak mencetak gol di pertandingan sebelumnya, Tobitaka pun tetap berlatih menendang bersama Tachimukai. Latihan kali ini hanya sebentar saja, pelatih meminta agar para pemain menjaga kebugarannya untuk menghadapi pertandingan selanjutnya. Pada sore harinya, Coach Hibiki kembali memberikan latihan khusus kepada Tobitaka. Keesokan harinya, Endou mengajak Tobitaka untuk latihan bersama, tetapi baru sebentar saja berlatih, Tobitaka kembali melakukan latihan sendiri untuk berlari mengelilingi lapangan. Keesokan harinya, Coach Hibiki meminta Endou datang untuk melihat Tobitaka yang sedang berlatih. Setelah berlatih bersama Endou, akhirnya Tobitaka berhasil menendang bola dengan baik.

Pada saat sedang latihan, tim Inazuma Japan kedatangan tamu, yaitu Neo Japan yang terdiri dari pemain-pemain sekolah makhluk asing, dan ada juga dari para pemain yang tidak masuk seleksi Inazuma Japan, tim ini dilatih oleh Coach Hitomiko. Kemampuan para pemain ini sudah sangat meningkat, setiap pemain juga menguasai teknik dari pemain lain, inilah keunggulan tim ini. Tim ini mengajak bertanding, yang menang akan menjadi perwakilan Jepang dalam football Frontier International. Di pertandingan ini, para pemain Inazuma mengalami peningkatan kemampuan, dengan segala kemampuannya mereka berhasil mengalahkan Neo Japan.

Pertandingan final pun sudah ditentukan, Inazuma Japan akan menghadapi Tim Fire Dragon dari Korea di final. Tim ini merupakan tim unggulan di babak eliminasi asia ini. Dalam tim ini terdapat kawan lama mereka, Aprodite, Burn, dan Gazel. Dalam pertandingan ini, para pemain Inazuma Japan banyak mengalami peningkatan kemampuan, karena tim Fire Dragon juga memiliki kemampuan yang sangat hebat. Dalam pertandingan ini juga Fudou ikut bertanding untuk pertama kalinya bagi tim Inazuma. Tim Inazuma berhasil memenangkan pertandingan dan menjadi wakil Jepang dalam FFI.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

 

Template Design By:
SkinCorner